manusia itu bisa berubah…

30 10 2008

“…Saat mulut tak lagi mengucap,
Saat kata hanya dianggap dusta,
Tapi cinta…
Kan jadi saksi kebersamaan kita.
Memory hati tak kan buat masa kita mati,
Karena kisah ini suatu saat pasti kan jadi mimpi…”

Axe 3rd

Hmm, judul yang aneh.. (??) maksudku, mungkin judul ini terlalu serius..

Awalnya, aku terinspirasi untuk membuat tulisan kali ini, karena syawalan bersama teman-temanku sekelas saat SMA dulu, Rabu, 9 Oktober 2008. Walaupun namanya syawalan, jangan membayangkan ada opor ayam+ketupat,,apalagi pakaian formal.. Acara kami hanya dolan-dolan : kaos oblong,, sandal jepit,, ngobrol-ngobrol di angkringan di pinggir kali Code.. Yuup, di pinggir kali Code, tempat yang bersejarah bagi kami sekelas. Dulu, saat zaman inisiasi siswa baru, kami pernah semalaman di pinggir kali Code tersebut untuk mengerjakan tugas, tepatnya di Balai Bahasa, Kotabaru (jadi kami memilih angkringan yang tepat di depan Balai Bahasa,,hehehe..)

Dulu, kami menjalani kehidupan SMA bersama-sama,,mulai dari makan bareng, tanding basket bareng, masak bareng sekelas, nonton bareng, outbound bareng (pelatihan pengenalan diri sendiri, pelatihan mengendalikan emosi, pelatihan menghadapi masalah yang biasa maupun masalah yang luar biasa, bagaimana mengelola stress yang positif, dll..), jadi target penelitian (calon-calon sarjana psikologi, calon magister psikologi, dosen matematika (‘penelitian minat siswa pada matematika’), de-el-el…),,, dan tentu saja, kenakalan remaja pada umumnya: bolos bareng,,hehehe..

Kemarin, setelah 3.5 tahun, kami bertemu lagi..

Padahal kami habis bertemu saat buka bersama, Senin, 29 September 2008 lho.. Yah, beginilah kami : kalau dah bertemu, tak berapa lama akan membuat pertemuan lagi..^_^ Sama halnya dulu, saat kelulusan, pertengahan Agustus kami mengadakan perpisahan,,eh, awal September kami sudah mengadakan reuni kami yang pertama..hehehe..

Sore harinya, kami berkumpul di rumah Yusri. Ada Arif, Ricky, aku, Bayu, Mario, Danis, Putra, Surya, Haidar. Lalu saat di pinggir kali Code, menyusullah Marendra, lalu Dila. Yuup, ga bisa datang semua, maklum, ada yang bertabrakan dengan acara lain, ada yang masih liburan di luar kota, ada yang sudah kembali keluar kota karena habis masa libur lebaran, ada yang karena kuliah di luar pulau, dan ada yang karena kuliah di LN.

Wuih,, kami ngobrol-ngobrol ngalorngidul, ngetanngulon.. Banyak banget, lama, dari sore hari sampai malam. Dari ngobrolin guru-guru sewaktu SMA, sampai menceritakan pengalaman hidup selama kuliah.

Hmm,,ternyata selama 3.5 tahun tidak bertemu dengan beberapa dari teman sekelasku tu beda banget. Banyak hal yang berubah. Mulai dari pola pikir, gaya bicara, dkk. Kalau perubahan secara fisik sepertinya belum terlalu nampak.

Kebanyakan teman-temanku ini habis selesai KKN. Lalu ada yang semester ini dah skripsi, bahkan ada yang bulan ini wisuda (14 Oktober 2008, lulus tercepat dibandingkan kami sekelas). Kemudian ada 2 orang yang menjadi caleg. Yang satu berumur 20 tahun, yang satu lagi masih 18 tahun (hmm,jangan-jangan caleg termuda ni,,hehehe..)

Duh, bahasan teman-temanku kok kebanyakan pengalaman KKN ya.. Aku saja baru PP, paling baru semester 7 aku bisa KKN..

Wuih, keren-keren banget ya teman-temanku ini.. Yeah, manusia itu mempunyai jalan hidupnya sendiri-sendiri..^_^ (*fifty-fifty antara berusaha menghibur diri sendiri dan pasrah menghadapi realita*)

Kami juga menyadari perubahan dalam diri kami masing-masing. Ada yang sadar kalau dulu study-oriented, sekarang menjadi aktivis organisasi. Ada yang dulu mengomentari petani mencangkul,, eh, saat kemarin dia KKN, malah dapat tugas mencangkul,, temanku ini jadi percaya sesuatu yang disebut KARMA, dan tentu saja sekarang dia berubah menjadi lebih baik, semakin menghargai orang lain..^_^

Kembali ke judul, manusia itu bisa berubah:

Hmm,, terima kasih Tuhan, karena aku pernah merasakan sakitnya ‘terjatuh’, saat usia yang masih relatif muda (17 tahun). Mungkin pernah ada yang mendengar “kegagalan adalah hal yang paling menyakitkan bagi orang yang selalu berhasil”. Yuup, jadi dulu saya bisa digolongkan dalam kategori orang yang berhasil (memang tidak murni 100% selalu berhasil,, pernah gagal juga tapi masih bisa dihitung dalam prosentasi yang lumayan kecil..paling parah tu dapat nilai 5 di raport (padahal dalam jangka waktu 6 bulan aja lho..waa, pertama kalinya nilaiku terjun bebas sebanyak 4 poin..)…hehehe..). Kemudian, saat berusia 17 tahun, aku mengalami kegagalan yang teramat besar. Pokoknya rasanya berat banget de. Kira-kira analoginya seperti ini : jika aku ini suatu tembok dari beton yang kuat; karena keteledoran yang kecil saja, tembok itu mendadak roboh, menjadi kepingan-kepingan yang berserakan tidak jelas kemana arahnya (*hiperbolis banget..*)

Kini, aku tahu: ‘jatuh’ saat usia muda dulu memang benar-benar jalan hidup yang terbaik bagiku. Mungkin, jika aku tidak ‘jatuh’, tidak ‘hancur’ sejak muda; sekarang aku menjadi manusia yang mengerikan. Hmm,, mencoba membayangkan jika diriku tanpa kehancuran mungkin akan menjadi manusia yang ambisius, yang selalu optimis, yang ga pernah kenal kata gagal (*Wuaaa…benar-benar mengerikan,, manusia yang aneh..*)

Jika aku dulu tidak ‘jatuh’, aku ga akan mengenal teman-temanku di UAJY ini,, dan bahkan mungkin blog ini-pun ga akan pernah ada (maklum, dulu aku membuat blog ini, salah satu penyebabnya ya karena terinspirasi dari beberapa temanku di TF UAJY).

Hmm,, manusia itu bisa berubah. Baik perubahan secara fisik, pola pikir, tingkah laku, mental, kedewasaan, dll. Baik itu berubah menjadi lebih baik maupun menjadi lebih buruk. Tentu saja kita menginginkan untuk yang berubah menjadi lebih baik kan??

Jika ada pendapat “Tua itu pasti. Dewasa itu Pilihan”,, maka menurutku “Tua itu pasti. Berubah itu pilihan ”..hehehe.. Dan menurutku, manusia itu bisa berubah karena multi faktor. Kalau aku pribadi (dalam konteks waktu 3.5 tahun terakhir ini lho..), karena : pengalaman hidup, baik yang mengenakan maupun yang tidak mengenakan (‘jatuh’, nilai jelek, dll).
Juga karena situasi, misalnya kecelakaan lalu lintas(ternyata,,batas antara hidup dan mati tu hanya se-per-sekian detik saja lho..^_^)..
Lalu karena gempa Jogja, Mei 2006 (maaf, tidak ada maksud untuk membuka luka hati para korban lho..). Saat gempa, pertama kalinya aku memberanikan diri melihat darah yang keluar dari tubuh orang lain. Waktu itu pilihannya hanya ada dua : 1. Aku takut berarti aku membiarkan mereka menderita, atau 2. Aku harus memberanikan diri untuk menolong mereka. Waktu itu aku memilih untuk memberanikan diri.. Selama menjadi sukarelawan, banyak cerita maupun kejadian yang memilukan dari para korban. Yang jelas, semakin membuka mata hatiku dan mentalku untuk berubah..

Well,, pernah kepikiran untuk selalu menjadi adik kecil saja,,hehehe ..(masa’ adik kecil kok berumur 20 tahun??).. Realitanya saat ini, kalau menurutku “Change or Cry” (bukan “Change or Die” seperti judul suatu buku lho..). Maksudku, kita kan semakin lama semakin bertambah dewasa. Semakin tahu mana yang salah, mana yang benar. Jadi, kadang kita memang perlu untuk berubah. Menurut saya, kalau sebaiknya kita berubah tapi kok monoton tidak berubah, akhirnya nanti menyesal. Biasanya orang yang menyesal tu menangis..(bener ga to??)

Yuup, walaupun kadang :
bertanya dan terus bertanya,,
semakin lama aku semakin tahu,,
bahwa aku semakin tidak tahu..

Hmm, semakin lama semakin tidak jelas saja alur tulisan ini (??) hehehe.. Lalu saat kita menyesal, apakah kita hanya akan terdiam memaku memandangi kesalahan kita yang sudah lewat?? Hei,, life must go on..!!!!!!!!!! Yang sudah terjadi ya sudah. Menyesal ya menyesal. Lalu sekarang lakukan apa yang (semoga) membuat kita tidak semakin menyesal lagi di kelak kemudian hari..

Well,, banyak hal yang berubah. Yang tidak berubah hanya satu, perubahan itu sendiri..^_^

Hmm,, bingung membuat ending tulisan ini..hehehe.. Jadi sekarang, selama 3 tahunan ini, aku harus mengumpulkan ‘kepingan-kepingan puzzle kehidupanku’, berusaha menyusun ulang,, dan mau tidak mau aku harus merubah ‘gambar puzzle’ tersebut. Maksudku, karena ‘jatuh’, planning-ku otomatis gagal,, jadi berusaha membuat planning baru (merubah ‘gambar puzzle’)..hehehe..

Hmm,, tulisan ini tidak ada maksud untuk menyombongkan diri atau sejenisnya.. Tulisan ini hanya mengungkapkan pendapat tentang sesuatu yang disebut dengan “perubahan”. Suatu pendapat anak manusia (dalam masa-masa pencarian jati dirinya) yang disampaikan 3.5 tahun setelah dinyatakan lulus dari suatu bangku sekolah yang dinamakan “SMA”..

Any question..?? (Waa,, tulisan ini kok jadi panjang banget ya?? Maklum, menuangkan pengalaman selama 3.5 tahun..hehehe..^_^)

“Ia sekali-kali tidak akan membiarkan kita, dan Ia sekali-kali tidak akan meninggalkan kita”
“Ia akan membuat indah pada waktunya”
“Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman”

Ciayo..!!!! Lacheln..^_^


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: