tremendum et fascinosum

11 11 2008

tremendum et fascinosum…





Open Source University Meetup (OSUM)

7 11 2008

OSUM (pronounced “awesome”) is a global community of students that are passionate about Free and Open Source Software (FOSS) and how it is Changing (Y)Our World. We call it a “Meetup” to encourage collaboration between student groups to create an even stronger open source community.

1st: join OSUM : http://osum.sun.com/
then
2nd: register group UAJY : http://osum.sun.com/group/uajy

Have a nice experience..^_^





manusia itu bisa berubah…

30 10 2008

“…Saat mulut tak lagi mengucap,
Saat kata hanya dianggap dusta,
Tapi cinta…
Kan jadi saksi kebersamaan kita.
Memory hati tak kan buat masa kita mati,
Karena kisah ini suatu saat pasti kan jadi mimpi…”

-Axe 3rd-

Hmm, judul yang aneh.. (??) maksudku, mungkin judul ini terlalu serius..

Awalnya, aku terinspirasi untuk membuat tulisan kali ini, karena syawalan bersama teman-temanku sekelas saat SMA dulu, Rabu, 9 Oktober 2008. Walaupun namanya syawalan, jangan membayangkan ada opor ayam+ketupat,,apalagi pakaian formal.. Acara kami hanya dolan-dolan : kaos oblong,, sandal jepit,, ngobrol-ngobrol di angkringan di pinggir kali Code.. Yuup, di pinggir kali Code, tempat yang bersejarah bagi kami sekelas. Dulu, saat zaman inisiasi siswa baru, kami pernah semalaman di pinggir kali Code tersebut untuk mengerjakan tugas, tepatnya di Balai Bahasa, Kotabaru (jadi kami memilih angkringan yang tepat di depan Balai Bahasa,,hehehe..)

Dulu, kami menjalani kehidupan SMA bersama-sama,,mulai dari makan bareng, tanding basket bareng, masak bareng sekelas, nonton bareng, outbound bareng (pelatihan pengenalan diri sendiri, pelatihan mengendalikan emosi, pelatihan menghadapi masalah yang biasa maupun masalah yang luar biasa, bagaimana mengelola stress yang positif, dll..), jadi target penelitian (calon-calon sarjana psikologi, calon magister psikologi, dosen matematika (‘penelitian minat siswa pada matematika’), de-el-el…),,, dan tentu saja, kenakalan remaja pada umumnya: bolos bareng,,hehehe..

Kemarin, setelah 3.5 tahun, kami bertemu lagi..

Padahal kami habis bertemu saat buka bersama, Senin, 29 September 2008 lho.. Yah, beginilah kami : kalau dah bertemu, tak berapa lama akan membuat pertemuan lagi..^_^ Sama halnya dulu, saat kelulusan, pertengahan Agustus kami mengadakan perpisahan,,eh, awal September kami sudah mengadakan reuni kami yang pertama..hehehe..

Sore harinya, kami berkumpul di rumah Yusri. Ada Arif, Ricky, aku, Bayu, Mario, Danis, Putra, Surya, Haidar. Lalu saat di pinggir kali Code, menyusullah Marendra, lalu Dila. Yuup, ga bisa datang semua, maklum, ada yang bertabrakan dengan acara lain, ada yang masih liburan di luar kota, ada yang sudah kembali keluar kota karena habis masa libur lebaran, ada yang karena kuliah di luar pulau, dan ada yang karena kuliah di LN.

Wuih,, kami ngobrol-ngobrol ngalor-ngidul, ngetan-ngulon.. Banyak banget, lama, dari sore hari sampai malam. Dari ngobrolin guru-guru sewaktu SMA, sampai menceritakan pengalaman hidup selama kuliah.

Hmm,,ternyata selama 3.5 tahun tidak bertemu dengan beberapa dari teman sekelasku tu beda banget. Banyak hal yang berubah. Mulai dari pola pikir, gaya bicara, dkk. Kalau perubahan secara fisik sepertinya belum terlalu nampak.

Kebanyakan teman-temanku ini habis selesai KKN. Lalu ada yang semester ini dah skripsi, bahkan ada yang bulan ini wisuda (14 Oktober 2008, lulus tercepat dibandingkan kami sekelas). Kemudian ada 2 orang yang menjadi caleg. Yang satu berumur 20 tahun, yang satu lagi masih 18 tahun (hmm,jangan-jangan caleg termuda ni,,hehehe..)

Duh, bahasan teman-temanku kok kebanyakan pengalaman KKN ya.. Aku saja baru PP, paling baru semester 7 aku bisa KKN..

Wuih, keren-keren banget ya teman-temanku ini.. Yeah, manusia itu mempunyai jalan hidupnya sendiri-sendiri..^_^ (*fifty-fifty antara berusaha menghibur diri sendiri dan pasrah menghadapi realita*)

Kami juga menyadari perubahan dalam diri kami masing-masing. Ada yang sadar kalau dulu study-oriented, sekarang menjadi aktivis organisasi. Ada yang dulu mengomentari petani mencangkul,, eh, saat kemarin dia KKN, malah dapat tugas mencangkul,, temanku ini jadi percaya sesuatu yang disebut KARMA, dan tentu saja sekarang dia berubah menjadi lebih baik, semakin menghargai orang lain..^_^

Kembali ke judul, manusia itu bisa berubah:

Hmm,, terima kasih Tuhan, karena aku pernah merasakan sakitnya ‘terjatuh’, saat usia yang masih relatif muda (17 tahun). Mungkin pernah ada yang mendengar “kegagalan adalah hal yang paling menyakitkan bagi orang yang selalu berhasil”. Yuup, jadi dulu saya bisa digolongkan dalam kategori orang yang berhasil (memang tidak murni 100% selalu berhasil,, pernah gagal juga tapi masih bisa dihitung dalam prosentasi yang lumayan kecil..paling parah tu dapat nilai 5 di raport (padahal dalam jangka waktu 6 bulan aja lho..waa, pertama kalinya nilaiku terjun bebas sebanyak 4 poin..)…hehehe..). Kemudian, saat berusia 17 tahun, aku mengalami kegagalan yang teramat besar. Pokoknya rasanya berat banget de. Kira-kira analoginya seperti ini : jika aku ini suatu tembok dari beton yang kuat; karena keteledoran yang kecil saja, tembok itu mendadak roboh, menjadi kepingan-kepingan yang berserakan tidak jelas kemana arahnya (*hiperbolis banget..*)

Kini, aku tahu: ‘jatuh’ saat usia muda dulu memang benar-benar jalan hidup yang terbaik bagiku. Mungkin, jika aku tidak ‘jatuh’, tidak ‘hancur’ sejak muda; sekarang aku menjadi manusia yang mengerikan. Hmm,, mencoba membayangkan jika diriku tanpa kehancuran mungkin akan menjadi manusia yang ambisius, yang selalu optimis, yang ga pernah kenal kata gagal (*Wuaaa…benar-benar mengerikan,, manusia yang aneh..*)

Jika aku dulu tidak ‘jatuh’, aku ga akan mengenal teman-temanku di UAJY ini,, dan bahkan mungkin blog ini-pun ga akan pernah ada (maklum, dulu aku membuat blog ini, salah satu penyebabnya ya karena terinspirasi dari beberapa temanku di TF UAJY).

Hmm,, manusia itu bisa berubah. Baik perubahan secara fisik, pola pikir, tingkah laku, mental, kedewasaan, dll. Baik itu berubah menjadi lebih baik maupun menjadi lebih buruk. Tentu saja kita menginginkan untuk yang berubah menjadi lebih baik kan??

Jika ada pendapat “Tua itu pasti. Dewasa itu Pilihan”,, maka menurutku “Tua itu pasti. Berubah itu pilihan ”..hehehe.. Dan menurutku, manusia itu bisa berubah karena multi faktor. Kalau aku pribadi (dalam konteks waktu 3.5 tahun terakhir ini lho..), karena : pengalaman hidup, baik yang mengenakan maupun yang tidak mengenakan (‘jatuh’, nilai jelek, dll).
Juga karena situasi, misalnya kecelakaan lalu lintas(ternyata,,batas antara hidup dan mati tu hanya se-per-sekian detik saja lho..^_^)..
Lalu karena gempa Jogja, Mei 2006 (maaf, tidak ada maksud untuk membuka luka hati para korban lho..). Saat gempa, pertama kalinya aku memberanikan diri melihat darah yang keluar dari tubuh orang lain. Waktu itu pilihannya hanya ada dua : 1. Aku takut berarti aku membiarkan mereka menderita, atau 2. Aku harus memberanikan diri untuk menolong mereka. Waktu itu aku memilih untuk memberanikan diri.. Selama menjadi sukarelawan, banyak cerita maupun kejadian yang memilukan dari para korban. Yang jelas, semakin membuka mata hatiku dan mentalku untuk berubah..

Well,, pernah kepikiran untuk selalu menjadi adik kecil saja,,hehehe ..(masa’ adik kecil kok berumur 20 tahun??).. Realitanya saat ini, kalau menurutku “Change or Cry” (bukan “Change or Die” seperti judul suatu buku lho..). Maksudku, kita kan semakin lama semakin bertambah dewasa. Semakin tahu mana yang salah, mana yang benar. Jadi, kadang kita memang perlu untuk berubah. Menurut saya, kalau sebaiknya kita berubah tapi kok monoton tidak berubah, akhirnya nanti menyesal. Biasanya orang yang menyesal tu menangis..(bener ga to??)

Yuup, walaupun kadang :
bertanya dan terus bertanya,,
semakin lama aku semakin tahu,,
bahwa aku semakin tidak tahu..

Hmm, semakin lama semakin tidak jelas saja alur tulisan ini (??) hehehe.. Lalu saat kita menyesal, apakah kita hanya akan terdiam memaku memandangi kesalahan kita yang sudah lewat?? Hei,, life must go on..!!!!!!!!!! Yang sudah terjadi ya sudah. Menyesal ya menyesal. Lalu sekarang lakukan apa yang (semoga) membuat kita tidak semakin menyesal lagi di kelak kemudian hari..

Well,, banyak hal yang berubah. Yang tidak berubah hanya satu, perubahan itu sendiri..^_^

Hmm,, bingung membuat ending tulisan ini..hehehe.. Jadi sekarang, selama 3 tahunan ini, aku harus mengumpulkan ‘kepingan-kepingan puzzle kehidupanku’, berusaha menyusun ulang,, dan mau tidak mau aku harus merubah ‘gambar puzzle’ tersebut. Maksudku, karena ‘jatuh’, planning-ku otomatis gagal,, jadi berusaha membuat planning baru (merubah ‘gambar puzzle’)..hehehe..

Hmm,, tulisan ini tidak ada maksud untuk menyombongkan diri atau sejenisnya.. Tulisan ini hanya mengungkapkan pendapat tentang sesuatu yang disebut dengan “perubahan”. Suatu pendapat anak manusia (dalam masa-masa pencarian jati dirinya) yang disampaikan 3.5 tahun setelah dinyatakan lulus dari suatu bangku sekolah yang dinamakan “SMA”..

Any question..?? (Waa,, tulisan ini kok jadi panjang banget ya?? Maklum, menuangkan pengalaman selama 3.5 tahun..hehehe..^_^)

“Ia sekali-kali tidak akan membiarkan kita, dan Ia sekali-kali tidak akan meninggalkan kita”
“Ia akan membuat indah pada waktunya”
“Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman”

Ciayo..!!!! Lacheln..^_^





makrab KSP 2008.. (thank you..)

15 10 2008

Hmm,, bulan November, akan diadakan makrab KSP (atau mungkin lebih tepatnya ‘outbound’ ya?? Karena sudah lama, sepertinya sudah lumayan saling kenal di antara anggota KSP)

Dan, pada bulan November tersebut, rencananya juga akan terjadi pergantian pengurus ke-tiga KS secara bersamaan (bulannya,, bukan harinya lho..)

Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih, kepada:

Pak Edu. Dosen Pembimbing KSP.. Terima kasih atas bimbingan, saran, nasihat, dan ‘kejutannya’^_^

Pak Bram. Penasihat KSP, teman, sahabat, merangkap kakakku.. Terima kasih atas semua nasihat, terima kasih karena masih meluangkan waktu sebelum KKN (Selasa, 14 Oktober 2008) untuk membicarakan perkembangan KSP^_^
Bowo. Ketua Acara makrab KSP 2008, sekaligus penerusku.. Terima kasih atas kerjasamanya, terima kasih atas penerimaan tanggung jawab^_^

Aryo. Sekretaris KSP, temanku.. Terima kasih atas kerjasamanya selama ini^_^
Budiman. Bendahara KSP, teman, sahabat, sekaligus kakakku.. Terima kasih sudah berkenan menjadi bendahara^_^

Para Penasihat : kak Sankata, kak Heri

Para Tentor,,
Tentor C Dasar (2007/2008) : Wawan, Elyi, R1co, Harri, Yanuar, Ridwan, Shanti, Ivan Tanoto, Budiman, Krisna
Tentor C Lanjut (2007/2008) : kak Hari, kak Yashinta, Erlangga, B. Ari
Tentor Software Developing (2007/2008) : kak Willy, kak Vita
Tentor New Microsoft Technology (awal 2008) : kak Alex, kak Juli Sapta

Tentor C Dasar (2008/2009) : Hendri, Bagus, Bowo, Gerald, Vidi, Bimo, B. Ari
Tentor C Lanjut (2008/2009) : Ridwan, Boni, Yono, Vidi, Yanuar

Anggota : (banyak banget..maaf tidak bisa saya sebutkan satu persatu,,hehehe..^_^)

matur nuwun..
terima kasih..
thank you..
vielen dank..
^_^





malam Minggu mendaki Merbabu

18 08 2008

Sabtu pagi  (16 Agustus 2008) ke kampus, presentasi KSP ke MaBa 2008. Hmm, baru kali ini aku merasa menjadi orang yang paling menyebalkan. Bagaimana tidak, saat aku presentasi, eh malah ditinggal tidur oleh adik-adik MaBa. Duh, merasa menambah kelelapan tidur mereka saja. Hehehe.

Tapi ya aku maklum saja, bukankah mereka sudah kecapekan..^_^
Sebelum presentasi, semua bahan sudah dipersiapkan dengan lumayan matang. Saat akan presentasi, malah ada sedikit kejadian yang membuat presentasi kekurangan bahan. Well, persiapan yang baik belum tentu pelaksanaannya juga baik ^_^

Terima kasih kepada teman-teman KSL yang sudah berkenan untuk maju, presentasi lebih dulu, saat saya masih mondar-mandir naik turun lift..hehehe..

Pulang presentasi, langsung cari makanan kecil (biskuit, coklat, dan kue-kue) + packing persiapan mendaki Merbabu. Hmm, sejak awal, aku dah berpikir bahwa ini pendakian terakhirku; karena jika melihat jadwal kuliah (PP, KP, KKN) sepertinya belum tahu kapan ada jeda waktu untuk naik gunung lagi.. Sebenarnya aku juga sudah ill-feel mampu sampai puncak atau tidak, karena suasana hati yang sedang tidak karuan.. Karena sudah janjian dengan teman-teman JSN (Jakarta, Bandung, Tangerang, Solo, Yogyakarta) akhirnya saya memantapkan hati untuk mendaki Merbabu..^_^

Jam 14 kumpul di Akper Panti Rapih, lalu berangkat ke Terminal Jombor untuk bertemu dengan teman-teman JSN Jogja yang lain. Lalu naik bis dari terminal Jombor menuju Blabak, Sawangan. Trus naik angkot menuju pasar Selo, Boyolali. Sampai pasar jam 18, kami sudah ditunggu oleh teman-teman JSN yang lain.

Kami naik ke basecamp Merbabu. Wuih, perjalanan dari pasar ke basecamp benar-benar melelahkan, jalannya ada yang beraspal, ada yang masih tanah,, yang jelas naiiiiik terus. Sebelum sampai basecamp, ada warung kecil, kami istirahat sebentar, makan nasi + pembagian kelompok. Semua peserta kira-kira 40an orang, dibagi 4 kelompok agar lebih mudah mendakinya.

Aku dapat kelompok pertama. Kami naik jam 20. Sampai di savana-1 jam 2 pagi. Selama perjalanan aku belajar apa itu yang disebut ‘Rantai Kelompok’, maksudnya, kekuatan kelompok itu berada pada anggota kelompok yang paling lemah; usahakan agar anggota terlemah ini setidaknya jangan patah arang. Yuup, jadi ada seorang teman, cewek, anak JSN Jakarta yang baru pertama kali naik gunung. Dia mempunyai penyakit asma, tapi memberanikan diri untuk menantang mentalnya untuk mendaki Merbabu.. Salut banget aku ma kakak ini..^_^

Jalannyada naiiikkk terus (namanya juga gunung), terbuat dari tanah. Debunya banyak banget, jadi harus pakai slayer. Fiuh, sebelum sampai savana-1, jalannya hampir mencapai kemiringan 90 derajat busur. Naiknya sambil merangkak-rangkak.

Sesudah sampai di savana-1, kami menghubungi teman-teman JSN Solo yang sudah naik terlebih dahulu melalui HT(ada 10an yang naik pada siang hari). Awalnya tidak ada jawaban sama sekali. Di savana-1 ini dingin banget + anginnya kencang banget.
Saat kakak yang dari Jakarta tadi sampai di savana-1 (kira-kira 5 menit setelah saya sampai), tiba-tiba asmanya kambuh, dia langsung terjatuh. Duh, suasananya sempat tegang gitu. Anak-anak yang duluan naik tidak berhasil ditemukan. Akhirnya segera mendirikan tenda di savana-1 untuk menghangatkan kakak tadi.

Ternyata, teman-teman yang naik duluan tadi siang tu mendirikan tenda di savana-2, di tempat yang lebih tinggi daripada savana-1; tetapi di sana anginnya lebih sedikit karena lebih banyak pohon.

Brrrr,, dingin banget. Masuk ke tenda dari jam 3 pagi. Jam 5 dah bangun, tapi malas keluar : dingin banget + anginnya kencang banget. Jam 6 baru berani keluar tenda, menikmati angin savana-1. Jam 8 naik ke puncak, untuk sampai puncak kami melewati sebuah bukit terlebih dahulu. Walaupun capek, tapi asyik  banget karena banyak teman + bisa menikmati keindahan bunga edelweis saat di atas savana-2…^_^

Sampai puncak, tentu saja foto-foto..hehe.. ;P

Trus turun menuju savana-1. Ternyata kakak yang tadi terkilir kakinya saat menuruni puncak. Akhirnya dia digendong oleh teman-teman. Setelah semua sampai savana-1, kami turun ke basecamp Selo. Kakak yang tadi dipanggilkan tim SAR.
Hmm, capeeek banget. Tapi lumayan, sudah bisa turun dengan lebih baik daripada saat dulu mendaki Merapi..^_^

Tapi, aku tetap penasaran : dari dulu sukses naik tapi kok ga sukses turun ya?? hehehe (turunnya sudah kecapekan..jadi pelan-pelan,,biar lambat asal sampai,,hehehe)
Sampai basecamp istirahat + mandi. Trus langsung jalan kaki ke pasar Selo untuk pulang ke Jogja.

Hmm,, hal yang paling kusuka saat mendaki gunung adalah saat aku teringat akan bagaimana harus selalu mempunyai semangat. Saat di gunung, jika tidak ada semangat, bagiku sama halnya dengan mati. Saat naik harus semangat, ga lucu kan kalo nyerah di jalan sebelum sampai tujuan. Saat turun, tetap harus semangat; ga lucu kan sampai puncak kok ga bisa turun lagi..(kecuali Soe Hoe Gie).

Yah, semoga setelah mendaki Merbabu ini, aku bisa hidup yang lebih baik lagi..^_^





gita Jalan Sepanjang Malam

1 07 2008

 
 
   Bukankah dalam malam segelap apapun, di langit pasti ada bintang?
   Bahkan, saat malam semakin larut, saat hembusan angin malam semakin kencang, semakin banyak bintang yang bertaburan?
   Tetapi, mengapa kini tak kulihat satu bintang pun?
   Apakah kabut yang menyelimutiku terlalu tebal?

Hmm, jadi teringat gita Jalan Sepanjang Malam ni :

   Jalan-jalan sepanjang malam
   semua sunyi tidur dan lelap
   Kulangkahkan kakiku perlahan
   namun derapku terasa berat

   Tiada satupun bintang yang nampak
   apalagi dia dewi purnama 
   Sesunyi jiwaku yang hampa
   mencari damai tak kunjung tiba

   Kuterkenang masa lalu
   jiwaku tentram di situ
   Namun rayuan menggoda
   Membuai, menjerat, membawa jiwa tersesat

   Jalan-jalan sepanjang malam
   dukaku sunyi tidur dan lelap
   Meski langkahku penat terasa
   Kumesti kembali pada-Mu Tuhan
 
   Kulangkahkan kakiku perlahan
   namun derapku terasa berat

   Kuterkenang masa lalu
   jiwaku tentram di situ
   Namun rayuan menggoda
   Membuai, menjerat, membawa jiwa tersesat

   Jalan-jalan sepanjang malam
   dukaku sunyi tidur dan lelap
   Meski langkahku berat terasa
   Kumesti kembali pada-Mu Tuhan
  

  

Lagu ini pertama kali aku dengar saat Nugie datang sebagai pengisi acara di KEK I KAS, 27-29 Juni 2008 kemarin..





Dini Hari Mendaki Merapi

7 05 2008

Sekalipun aku anak lereng Merapi, tapi naik ke daerah Merapi paling tinggi paling-paling baru sampai hutan wisata Kaliurang.

Eh, kemarin Jumat, 2 Mei, ada orang yang mengajak naik gunung. Namanya Lisa. Teman-teman sudah berpikir aku yang mengajak, eh tidak tahunya, Lisa orang Jerman. Nama lengkapnya Elisabeth Dahlem (baca: Elisabeth Dalem, tidak pakai ‘h’).

Rencananya hari Sabtu, jam 10 malam baru berangkat. Jadi Sabtu pagi, jam 10an aku menengok anak-anak yang sibuk mengurusi ME. Eh, jam 1 siang dah di-SMS suruh packing, sore hari dah harus ke Solo. Akhirnya, aku buru-buru pulang, packing, trus jam 3 berangkat ke Solo.

Kita naik Merapi dari jalur utara, melewati Selo, Boyolali, jadi anak-anak Jogja transit dulu ke Solo, di dekat ATMI.

Trus jam 10 malam berangkat ke Selo. Selo ada di ketinggian 1600m dpl, sementara puncak Merapi ada di ketinggian 3100m dpl (atau 3000m dpl ya?? Lupa..).

Sebelum mendaki, kami diingatkan untuk ‘menyatu dengan alam’:

“jangan mengambil apapun, kecuali gambar
jangan meninggalkan apapun, kecuali jejak
jangan membunuh apapun, kecuali waktu”

Jam 12 malam, pendakian dimulai. Fiuh, lumayan capek, lha aku sudah ga pernah olahraga lagi. Jalannya naik terus, terjal, curam. Awalnya, jalanannya masih dari tanah; di ketinggian 2000m dpl, jalannya mulai berbatu-batu.

Jam setengah 5 pagi, anginnya kencang banget. Trus turun kabut tebal sekali, benar-benar ga bisa lihat jalan, jarak pandang kita cuma beberapa meter saja.

Setelah jalan beberapa saat, akhirnya kami sampai juga di daerah ‘pasar Brubah’ (jam 5 pagi). Lalu mendirikan tenda sambil menunggu kabut menipis. Duh, dingin banget, suhunya sampai 12,5 derajat C.

Jam 9 pagi kami naik ke puncak, biasa disebut puncak ‘Garuda’. Hmm..perjalanannya 45 menit sampai, tapi curam banget + berbatu-batu kasar. Hampir jatuh, untung ga jadi. Saat hampir setengah jalan lagi sampai puncak, belerang mulai naik, kami diingatkan teman-teman yang ada di ‘pasar Brubah’ (dari HT) untuk mempersiapkan slayer+air, untuk jaga-jaga kalau kadar belerang tinggi.

Akhirnya, sampai juga di puncak dengan selamat, belerang ga naik. Istirahat + foto-foto de ..^_^

Trus turun lagi ke ‘pasar Brubah’, hmm kabutnya tebal lagi. Duh, sampai ga bisa lihat dimana lokasi ‘pasar Brubah’, apalagi dimana tenda yang didirikan. Akhirnya semakin ke bawah, tenda semakin terlihat, yah walaupun samar-samar karena kabut. Setelah sampai tenda, packing, trus langsung menuruni Merapi. Perjalanan turun lebih cepat, 3 jam saja sudah sampai bawah (dari jam 11 samapai jam 1 siang).
Tapi benar-benar lebih berat, karena jalannya lebih licin daripada saat kami daki. Wah, sempat terpeleset berkali-kali.

Hmm,, suatu gurauan sekaligus kritikan dari kami sendiri:
Mengapa susah-susah naik gunung, bukankah setelah sampai puncak akhirnya turun lagi??
Bukankah naik gunung itu hanya membuat sengsara??

Well, apapun itu, ada ’sesuatu’ yang dapat diambil hikmahnya dari pendakian ini.
Kalau menurutku,,

  • belajar bertahan hidup, belajar mandiri.. (Aku dah bisa sampai puncak. Walaupun aku sudah capek banget, ga lucu kan kalau aku ga mampu turun ke bawah lagi??)
  • belajar mengimplementasikan 3 bahasa sekaligus,, hehe. Maklum, Lisa kan orang Jerman, jadi aku bisa ngobrol dikit-dikit pakai bahasa Jerman (dah 4 tahun ga pakai bahasa ini). Trus bahasa Inggris, kalau dah ga bisa menerangkan dalam bahasa Indonesia, akhirnya pakai kosakata bahasa Inggris de (tentu saja lebih sering pakai bahasa Indonesia. Kalau bahasa Jawa, Lisa tahu sedikit-sedikit tapi dia bilang sulit untuk berbicara dalam bahasa Jawa..^_^)

 





Happy B’day to KSP..^_^

2 05 2008

Hmm.. hari ini ultah KSP, tak terasa sudah 4 tahun berdiri.
Semoga tambah solid saja untuk semua anggota..^_^

Tapi aku bingung ni, kapan ya ada waktu untuk merayakannya ??
- Hari ini? Ga bisa, karena anak-anak baru sibuk mempersiapkan ME untuk besok pagi (aku ikut nonton aja de..hehe)..
- Sabtu? Ga bisa, karena ME, lagian nanti anak-anak pasti masih capek setelah seharian kerja keras..
- Minggu? Ga bisa, karena Rico, Elyi, Erlangga, Wawan, und Krisna hari Senin-nya PP, mereka pasti baru sibuk-sibuknya coding coding coding und coding..
- Senin-Jumat? Lha,, itu kan mingu responsi + minggu ujian PP (kalau ga salah c..hehe)
- Minggu depan?? Hmm..itu minggu ujian..
- Minggu depan minggu depannya lagi? Libur…
- Trus SP. Yah, kan ada yang KP tu, ga seru, kalau sedikit yang datang; lagian emangnya anak yang lain ambil kuliah ya?? Kalau mereka memilih liburan gimana??

Duh,, apa terpaksa seperti tahun lalu, jadi satu dengan Makrab KSP??

Ada ide??





Workshop Web Application 2008

5 04 2008

Karena semester ini banyak teman-teman angkatan 2005 yang sedang mengambil PP (Program Profesional), maka KSP bekerjasama dengan Microsoft akan menyelenggarakan workshop WEB APPLICATION, pada:
hari Sabtu, 12 April 2008,
pukul 09.00 s.d 17.00 WIB
di Lab Jaringan Komputer, lantai 2

workshop Web Application

Pembicara :
Zeddy Iskandar (Microsoft Indonesia)
Ridi Ferdiana (MIC-UGM)
Juli Sapta (MIC-UGM)
Alex Budiyanto (MSP)

Materi:
C#
SQL Server 2005
ADO.Net
AJAX
Crystal Report

Bagi teman-teman yang berminat mengikuti workshop ini, silakan mendaftarkan diri di Lobby FTI setiap hari kuliah (sesi 2 dan sesi 3), sampai dengan hari Jumat, 11 April 2008.

Semoga kami dapat membantu PP teman-teman..^_^





dark…-_-

29 03 2008

mati itu untuk selamanya..
kemungkinan untuk mati itu ada banyak kali..
kemungkinan untuk hidup hanya sekali..

kesempatan itu hanya datang satu kali..
dia datang dengan dua pilihan cukup ‘kejam’ :
sekarang atau tidak sama sekali..

(
*senyum satir*
tapi setidaknya dia memberi dua pilihan kan?
bukan hanya satu a.k.a tak ada pilihan  / terpaksa
)

penyesalan apa pun tak berguna  jika sudah terlambat..

So,, tentukan pilihan dengan tepat UND cepat (a.k.a bijak)..^_^