Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada
Hayo,, adakah yang masih ingat puisi di atas??
Yuup, ini adalah salah satu soal ujian multiple choice Bahasa Indonesia, saat SMA dulu.
Pertanyaannya waktu itu adalah “Nilai rasa apa yang terkandung di dalam puisi tersebut”
Aku lupa opsi-nya apa saja, yang aku ingat hanya jawaban yang benar saja : mengharukan.
Kalau menurutku sendiri, nilai rasa dalam puisi tersebut tu : memilukan (lebih parah dari hanya sekedar mengharukan.. Well,, beginilah kehidupan..^_^)
Entah kenapa, mendadak benakku teringat pada puisi karya Sapardi Djoko Damono ini, suatu puisi yang sudah dibuat lagunya.
Dan entah kenapa aku terobsesi banget untuk menyanyikan lagu yang satu ini, dengan nada yang lebih tinggi dari nada dasarnya.
Aku terobsesi untuk menyanyikannya sampai batas nada tertinggi yang tak bisa diraih lagi oleh pita suaraku.
Hmm,, pasti nantinya akan lebih melengking dari pada lagu-lagu Gregorian yang pernah kunyanyikan..
Saat aku menyanyi lagu Gregorian, temanku ada yang bilang “suaramu membuat bulu kuduk berdiri, merinding rasanya” (entah kenapa, orang yang mendengar lagu dengan nada tinggi biasanya jadi merinding ya??)
Bagaimana kalau dengan nada yang lebih tinggi dari nada Gregorian..hmm, saya sarankan jangan dibayangkan, apalagi untuk mendengarkan suara saya (coz it feel so BLUE..)
Recent Comments