Bukankah dalam malam segelap apapun, di langit pasti ada bintang?
Bahkan, saat malam semakin larut, saat hembusan angin malam semakin kencang, semakin banyak bintang yang bertaburan?
Tetapi, mengapa kini tak kulihat satu bintang pun?
Apakah kabut yang menyelimutiku terlalu tebal?
Hmm, jadi teringat gita Jalan Sepanjang Malam ni :
Jalan-jalan sepanjang malam
semua sunyi tidur dan lelap
Kulangkahkan kakiku perlahan
namun derapku terasa berat
Tiada satupun bintang yang nampak
apalagi dia dewi purnama
Sesunyi jiwaku yang hampa
mencari damai tak kunjung tiba
Kuterkenang masa lalu
jiwaku tentram di situ
Namun rayuan menggoda
Membuai, menjerat, membawa jiwa tersesat
Jalan-jalan sepanjang malam
dukaku sunyi tidur dan lelap
Meski langkahku penat terasa
Kumesti kembali pada-Mu Tuhan
Kulangkahkan kakiku perlahan
namun derapku terasa berat
Kuterkenang masa lalu
jiwaku tentram di situ
Namun rayuan menggoda
Membuai, menjerat, membawa jiwa tersesat
Jalan-jalan sepanjang malam
dukaku sunyi tidur dan lelap
Meski langkahku berat terasa
Kumesti kembali pada-Mu Tuhan
Lagu ini pertama kali aku dengar saat Nugie datang sebagai pengisi acara di KEK I KAS, 27-29 Juni 2008 kemarin..

[...] beri kau untukku Bintang yg kucari Hmm, Q.E.D … [...]