Tuhan kirim kamu [Aby]

15 05 2009
Tuhan kirim kau ke sini
Untuk kucintai
Untuk menemani hidupku

Tuhan beri kau untukku
Bintang yg kucari
Yang tlah hilang oleh waktu

Saat hidup tak menentu
Tak tentu arah tujuan
Kau datang
Kau tunjukkan aku

Saat harapan memudar
Anganku pun mulai hilang
Kau tetap saja membakar hatiku

Waktu fantasiku telah mati
Kau paksaku terus bermimpi

Tuhan kirim kau ke sini
Untuk kucintai
Untuk menemani hidupku

Tuhan beri kau untukku
Bintang yg kucari
Yang tlah hilang kini terang

Waktu semangatku tlah terhenti
Kau paksaku tuk terus berlari

Tuhan kirim kau ke sini
Untuk kucintai
Untuk menemani hidupku

Tuhan kiim kau untukku
Bintang yg kucari
Bintang yang tlah hilang kini terang

Tuhan beri kau untukku
Bintang yg kucari

Hmm, Q.E.D … ^_^
(lirik ini didapat dari berbagai sumber)




antara gunung Merapi dan kehidupan

8 03 2009

Saat melihat gunung Merapi berdiri dengan gagahnya di utara Yogyakarta, apa yang ada di benak teman-teman??
Decak kagum??
Kalau aku, apalagi saat awan tidak menutupi kaki Merapi, saat Merapi terlihat sangat jelas; yang ada di benakku hanya satu : “WOW, tinggi banget ya gunung ini ! !”
Lalu kata ini akan diikuti suara hatiku “ga nyangka lho, aku pernah mendaki sampai puncaknya..^_^”

Yuup, aku pernah mendaki Merapi sampai puncaknya.
Tiap ingat kejadian itu, aku mencoba mengingat kembali bagaimana mengumpulkan semangatku lagi, lagi, dan lagi.
Fisikku yang sepintas amat sangat tidak mumpuni untuk mendaki gunung ini, pernah mendaki sampai puncaknya.
Aku ingat banget, tubuh rapuhku ini ternyata bisa menjadi sumber inspirasi, sumber semangat bagi orang lain yang hampir putus asa saat mendaki gunung ini.
“Masa’ kamu kalah ma dia. Dia cewek aja bisa sampai puncak”.
Yuup, kebanyakan pendaki gunung adalah cowok, dan saat ada cowok yang hampir menyerah, teman-temannya akan menyemangatinya dengan berkata “Masa’ kalah sama cewek??”
Atau, kalo ada cewek yang mendaki gunung, kebanyakan fisik mereka lebih kuat, lebih mumpuni daripada saya; saat cewek seperti itu hampir menyerah, teman-temannya akan menyemangati dengan berkata “Masa’ kamu kalah ma cewek sekecil itu??”

Well,, aku tidak akan menyoroti kata orang-orang yang menyemangati temannya dengan kata yang terkesan meremehkanku.
(Aku ga akan marah, karena ini realita yang terjadi dalam diriku. Aku tahu kok, kalau tujuan mereka tu sebenarnya baik,,^_^)
Tuhan itu baik, aku memang sepintas tidak mumpuni, tapi aku menjadi sumber inspirasi semangat untuk orang-orang yang mumpuni, orang-orang yang lebih kuat daripada aku.

Belajarlah satu hal ini:
‘Kamu bisa mempunyai seribu kelebihan, tapi pasti ada setidaknya satu kekuranganmu..
Dan sebaliknya, kamu bisa mempunyai seribu kekurangan, tapi setidaknya ada satu kelebihanmu..’ ^_^
Saat semua yang kamu lihat hanya kekurangan, apakah kamu akan menyibukkan diri dengan kekuranganmu saja?
Apakah dengan memikirkan kekuranganmu terus-menerus, itu akan mengubah hidupmu?
Tidak, kawan..!! Kamu akan tetap kamu, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu.
Jadi, mengapa tidak mencoba menerima diri sendiri (dengan segala kelebihan maupun kekurangan kita; dengan segala perubahan dalam diri kita, baik berubah menjadi lebih baik, maupun berubah menjadi lebih buruk) ?!?
Rekonsiliasilah dengan dirimu sendiri dulu kawan,, sebelum kamu bisa rekonsiliasi dengan orang lain..

Hmm,, dari pengalaman hidup, aku juga belajar satu hal lagi ni:
‘pengalaman mendaki gunung itu bukan pengalaman bagaimana caranya mendaki gunung, tapi bagaimana pengalaman batin saat mendaki gunung’.
Kalau menurutku ni ya, caranya mendaki itu juga penting lho (persipan fisik, ransel, makanan, tenda, baju hangat)..tapi itu hanya akan terasa selama mendaki dan selama pegel-pegel setelah pendakian..
Nah, kalau pengalaman batin saat mendaki, itu akan terbawa sampai kapan pun..

Hmm,, aku aja yang ga mumpuni seperti ini dulu bisa sampai puncak.
Masa’ aku sekarang mudah menyerah ?!?!
Rasanya terlalu cepat, terlalu mudah bagiku untuk menyerah sekarang..

Aku hanya mencoba meraih apa yang menurutku masih bisa kuraih,, sekalipun harapanku mulai memudar..

Mencoba tetap tersenyum sekalipun hatiku menangis keras..





panggung politik itu identik dengan permainan Futsal, kawan.. (just opinion)

7 03 2009

WOW,, sesuatu dalam dunia politik, yang mengusik benakku selama ini, ternyata terjadi juga dalam permainan futsal..
Mungkin teman-teman ada yang pernah mendengarnya : ‘Dalam dunia politik, tidak ada kawan ataupun lawan, yang ada hanya politik itu sendiri’

Lawan tanding, yang tahun kemarin menjadi lawan yang paling mengerikan (menurutku lho..) tahun ini menjadi bagian dari team futsal.
Wuih, lawan yang sangat berat. Bagaimana tidak : permainan keras, dengan full body contact.
Karena permainan yang terlalu menegangkan, sempat membuat drop para pemain (teman-temanku): ga konsentrasi saat menerima operan bola.
Wuih, permainan dengan extra power. Tendangan keras yang cukup membahayakan.
Bahkan aku yang menonton dari pinggir lapangan saja sampai tanpa sengaja mendapat operan tendangan keras dari lawan (untung ga kena langsung ke aku, cuma bolanya tiba-tiba dah ada di dekatku)
Pertandingan yang membahayakan penonton (untung tahun ini penonton dah aman, karena permainan futsalnya dah di lapangan futsal~ada jaringnya, ga seperti tahun lalu~di lapangan basket. Salut untuk panitianya ^_^)

Dug, permainan berakhir draw.
Dalam permainan yang menegangkan, apalagi draw seperti, aku benar-benar tidak bisa berdecak sedikitpun.
Bahkan untuk sekedar bertepuk tangan saat sempat unggul.
Aku hanya bisa terdiam dan harap-harap cemas, karena selama peluit panjang belum dibunyikan,,itu artinya PERJUANGAN BELUM BERAKHIR..

Akhirnya adu penalti.
Oh my GOD, ternyata menang di adu penalti.
Fiuh, dah bisa bernafas lega de..^_^ (ini adalah cerita singkat salah satu babak pertandingan futsal tahun kemarin..kalo ga salah saat semi final.. Trus finalnya menang)

Nah, untuk tahun ini..ya itu tadi tahun kemarin lawan, tahun ini kawan.. (dan akhirnya menang lagi di babak final)

Tulisan ini murni menyoroti dunia politik hanya sebatas pada kalimat ‘Dalam dunia politik, tidak ada kawan ataupun lawan, yang ada hanya politik itu sendiri’.
Belum sampai pada benar atau tidaknya kalimat tersebut.

Cerita pada tulisan ini lebih cenderung ke dunia futsal.
Bagaimana halnya yang terjadi dalam dunia politik??
Waduh, saya masih terlalu awam untuk dunia yang satu itu. Tapi bukan berarti saya tidak tahu tentang politik lho..
Karena saya juga terlibat dalam politik. Politik yang saya geluti di sini masih dalam artian organisasi, maupun menumbuhkan semangat nasionalisme Indonesia; belum sampai terjun ke ormas (organisasi masyarakat) maupun parpol (partai politik).
Hanya saja, saya merasa belum waktunya untuk membahas dunia politik dalam tulisan saya kali ini.
Mungkin suatu hari nanti akan saya tulis..

Lalu tentang diksi (pemilihan kata) untuk judul ini:
Kata ‘panggung’ bukan saya tujukan untuk artian tempat sandiwara / kepura-puraan.
Kata ‘panggung’ di sini saya tujukan untuk artian sesuatu yang mendapat sorotan lebih (dan memang perlu untuk disoroti).
Kata ‘identik’ saya pilih karena itulah kata yang mengalir dalam benak saya untuk membuat judul tulisan ini.
Entah kenapa bukan kata yang lain yang berlari-lari di pikiran saya, misalnya : seumpama / seperti / analogi.

Well,, tulisan ini masih sekedar opini seorang anak manusia dalam masa mudanya (masa-masa pencarian jati dirinya).
NO OFFENSE..^_^v





Aku ingin,,

22 02 2009

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

Hayo,, adakah yang masih ingat puisi di atas??
Yuup, ini adalah salah satu soal ujian multiple choice Bahasa Indonesia, saat SMA dulu.
Pertanyaannya waktu itu adalah “Nilai rasa apa yang terkandung di dalam puisi tersebut”
Aku lupa opsi-nya apa saja, yang aku ingat hanya jawaban yang benar saja : mengharukan.
Kalau menurutku sendiri, nilai rasa dalam puisi tersebut tu : memilukan (lebih parah dari hanya sekedar mengharukan.. Well,, beginilah kehidupan..^_^)

Entah kenapa, mendadak benakku teringat pada puisi karya Sapardi Djoko Damono ini, suatu puisi yang sudah dibuat lagunya.
Dan entah kenapa aku terobsesi banget untuk menyanyikan lagu yang satu ini, dengan nada yang lebih tinggi dari nada dasarnya.
Aku terobsesi untuk menyanyikannya sampai batas nada tertinggi yang tak bisa diraih lagi oleh pita suaraku.
Hmm,, pasti nantinya akan lebih melengking dari pada lagu-lagu Gregorian yang pernah kunyanyikan..
Saat aku menyanyi lagu Gregorian, temanku ada yang bilang “suaramu membuat bulu kuduk berdiri, merinding rasanya” (entah kenapa, orang yang mendengar lagu dengan nada tinggi biasanya jadi merinding ya??)
Bagaimana kalau dengan nada yang lebih tinggi dari nada Gregorian..hmm, saya sarankan jangan dibayangkan, apalagi untuk mendengarkan suara saya (coz it feel so BLUE..)





Ketika besi tua semakin tua dan tak berguna..

19 02 2009

Ketika besi tua semakin tua dan tak berguna
Artinya hanya tinggal menunggu waktu saja
waktu diselimuti karat,
waktu untuk merapuh,
waktu untuk menyatu kembali dengan tanah..

Ketika besi tua semakin tua dan tak berguna
Apa yang masih bisa diharapkan?
Bukankah tinggal seonggok sampah?

Ketika besi tua semakin tua dan tak berguna
Apakah yang masih tersisa?
Yang tersisa hanya kenangan
kenangan bahwa dulu pernah muda, kuat, dan berguna

Lalu apa yang bisa dia lakukan??
Hanya satu : mengusahakan KENANGAN TERINDAH
selagi muda,
selama masih sempat,
sebelum benar-benar menyesal untuk selamanya (saat raga kembali menyatu dengan tanah)

Hmm, mendadak terlintas judul tulisan ini saat menunggu motorku di-service.
Motorku harus ganti gear.
Lalu mendadak muncul tanya dalam benakku, lalu akan aku apakan gear lama tersebut??
Hmm, seakan sudah tidak ada gunanya lagi. Bahkan malah menjadi sampah yang mengotori saja bukan??

Lalu entah kenapa akhirnya bisa muncul kata-kata lain seperti di atas..
Tulisan ini murni karena gear motorku saja, tidak ada analogi tentang manusia dan kehidupannya.
Tapi,, setelah kubaca-baca ulang, kok jadi analogi manusia ya??
Ya sudah, tulisan ini akhirnya bisa disangkut pautkan dengan makhluk yang disebut MANUSIA.

Sepintas, jika tulisan ini menyangkut tentang manusia, terkesan sangat melankolis.
Tapi, jika kalian melihat ulang lebih dalam, di tulisan ini tersirat kebak pengarep-arep kok.. [penuh dengan pengharapan]
^_^





21

17 01 2009

I’m 21 years old….





lulusan tercepat FTI angkatan 2005 : 3.5 tahun

15 01 2009

Hmm, dah lama ga cerita-cerita tentang teman-temanku di FTI (Fakultas Teknologi Industri) ni..^_^

Sesuai judul, temanku angkatan 2005 yang dah lulus dah ada 2 orang (lebih tepatnya, aku baru tau dua orang..hehehe). Yang satu anak TF (Teknik Informatika), namanya Ng Elyi Junaedi; yang satu lagi anak TI (Teknik Industri), namanya Chattrine Theresia Linawati. Mereka akan yudisium bulan Januari ini.
Karena bingung mo nulis apa, jadi aku akan memberi tanggapan tentang teman-temanku ini saja ya..hehe..

Ng Elyi Junaedi
Kakak yang satu ini punya nickname Elyi, tapi kadang ma teman-teman yang lain dipanggil Eli (karena sudah terlanjur salah kaprah, kakak ini menerima saja dipanggil Eli). Selain itu, karena namanya ada “Junaedi”-nya, kadang dia juga dipanggil “Juned”.
Liat kakak ini saat TKD und Kewarganegaraan. MK ini untuk anak TF semester 2. Karena aku anak ‘in take’, jadi paket MK-nya ada yang sama dengan MK semester 2 yang kelas C. Kesannya tu dia sombong banget (coz pendiem + mainnya cuma sama Rico terus)
Ternyata, orang yang satu ini pinter + baik hati (ini beberapa list-nya,,hehe..):
- jadi tentor KSP,, dia tanggung jawab banget..bangga de aku, karena ga salah merekrut orang^_^
- jadi asdos,, pinter (Windows? Ok. Linux? Ok. .Net? Ok. Java? Ok)
- jadi peserta kelas KSP,, rajin berangkat..sore-sore dah ke lab Jarkom dengan laptop yang senantiasa setia menemaninya
- diajakin lomba programming,, menang..mengharumkan UAJY, maju di tingkat nasional (Go Lumine ! Go Lumine ! Go Go Go !),, dia maju bersama Erlangga und mas Yono
- kalo ditanyain tentang coding,, ga pelit + suka sharing ilmu
- kalo diajak makan-makan,, datang tepat pada waktunya (hehehe ^_^)
Salut de untuk kakak yang satu ini^_^
Aku rekomendasikan dia jadi dosen TF (karena dia berkomitmen dan berdedikasi tinggi).
Waaa…memangnya aku tu sapa ya? Kok merekomendasikan segala? Hehe.. Ya sudah, kalo gitu, aku dukung dia jadi dosen TF.
Yang aku masih bingung dari Juned ini, dia tu mengaku kalo rokok tu rasanya ga enak, tapi herannya kok dia tetap aja merokok ya?? Hehehe.. ;p

Chattrine Theresia Linawati
Dia biasa dipanggil Chattrine, tapi aku lebih suka menulisnya menjadi “K3n” (coz lebih ringkas^_^).
Kenal ma kakak ini saat sekelas Bahasa Inggris. Untuk TI, MK ini diberikan di semester 2. Karena aku anak ‘in take’, jadi bertemulah kami di Bahasa Inggris.
Kita beda jurusan, jadi ga terlalu kenal dekat ma kakak ini. Yang jelas dia tu:
- pinter,, lulus dalam waktu 3.5 tahun
- ramah,, rajin menyapaku tiap ketemu^_^
- baik hati,, buktinya temannya banyak banget ^_^
Trus, dia akan langsung melanjutkan S2 lho.. Awalnya dia bingung antara MT atau MM, tapi setelah sempat bertukar pikiran dengan Juned und mas Yono, akhirnya dia sepertinya akan ambil MM.

Hmm,, lama-lama tulisanku kok menjurus ke gosip ya?? Hehehe.. ;p

Hmm,, GA SEMUA BISA DIANGGAP SAMA. Tiap manusia tu diciptakan dengan keunikannya masing-masing, dengan talentanya masing-masing (jadi treatment-nya juga beda-beda, ga bisa disamakan ^_^)
So, mensyukuri kehidupan tu perlu dan indah. (Duh, bahasaku kok jadi kacau balau begini ya??)

Setelah lulus, kalian akan jadi apa? ‘Ikan kecil di kolam yang besar’?? Atau ‘ikan besar di kolam yang kecil’?? (pinjam istilahnya kak Dondi ni)
Kalau aku, akan menjadi ikan kecil dulu, trus baru menjadi ikan besar^_^ Smoga kelak bisa menjadi ‘ikan’ yang baik (entah jadi ikan kecil ataupun ikan besar)..

fur all of my friends:
Time will always fly, but our FRIENDSHIP will NEVER END…^_^ (pinjam kata-katanya Elyi ni)





piala nikah bergilir (part 1)

28 12 2008

Semalam, jam 19.00, aku dan teman-teman sekelas saat SMA dulu, menghadiri resepsi di auditorium UNY. Yang menikah adalah Atrin.

Kami memberi dia kado berupa ‘piala nikah bergilir’. Dulu saat kami masih duduk di bangku SMA, kami pernah membuat persetujuan bersama untuk membuat piala nikah bergilir. Karena ini giliran yang pertama, maka judul tulisan ini ada “part 1″-nya. Siswa satu kelas ada 30 orang, jadi tunggu saja cerita-cerita berikutnya, sampai 30 episode..hehehe..^_^

Bu dokter gigi yang satu ini menikah dengan kakak angkatannya, seorang dokter gigi juga. Karena sama-sama dokter gigi, souvenir untuk resepsi mereka juga masih berhubungan dengan gigi: suatu tempat untuk tusuk gigi, tempatnya berbentuk gusi, lalu tutupnya berbentuk gigi.. Unik ya?? ^_^

Salut de buat kakak yang satu ini..^_^
Mbaknya pada usia 21 tahun, sudah beberapa langkah lebih maju..
Saat teman-temannya masih memikirkan bagaimana lulus kuliah,,,,eh mbaknya dah tinggal koas saja..
Saat teman-temannya masih mencari ataupun menunggu cinta,,,,eh mbaknya malah sudah menggegam cintanya untuk selamanya..

Congratz ya Atrin..^_^

sambil ngantri foto bareng manten,foto2 dulu aj de ^_^





hadiah natal tahun ini : 1000 pohon

25 12 2008

Pagi ini Pakem hujan deras, misa Natal pagi, misa Natal untuk anak-anak, jam 7 aku ga berangkat. Semalam dah misa.
Aku ke gereja baru jam 08.30, membantu Sahanku membagi-bagikan pohon untuk anak-anak.

Yuup, Natal kali ini, salah satu hadiahnya adalah 1000 pohon.
Sahanku yang memintakan 1000 pohon ini dari kabupaten untuk gereja. Ups, lebih tepatnya bukan “memintakan”, tapi “memberi tahukan kepada kabupaten bahwa ada pihak yang memerlukan pohon-pohon tersebut”. Thx fur my Sahan..^_^

Pohon ini terdiri dari tanaman Jati, Petai dan Mahoni. Ini untuk ditanam di daerah Ponggol dan Sumberan. Suatu daerah di daerah yang lebih atas dari rumahku. Tujuannya untuk menampung air. Maklum, aku tinggal di daerah resapan primer.

Pohon yang lain, adalah tanaman buah : durian, kelengkeng, mangga, dan rambutan. Pohon ini dibagikan untuk anak-anak. Tujuannya untuk mengajarkan mereka mencintai alam sejak dini. Ups, aku lebih suka memakai kata “sharing pengetahuan” daripada kata “mengajarkan”. Kalau kata “mengajarkan” tu menurutku terkesan kita tu dah expert banget, senior. Padahal kan kalau kita melihat ulang ke dalam, bukankah kita juga masih perlu banyak belajar lagi??

Yuup,, walaupun sepintas hadiah ini hanya untuk orang-orang Pakem, jika kita lihat lebih jauh lagi..ini adalah hadiah Natal untuk orang-orang se-Yogyakarta…^_^

Thx banget untuk Bimo und Pandu, dua orang temanku yang merelakan diri kuajak untuk membagi-bagikan pohon untuk anak-anak. Maklum, kerja sosial..^_^





MSDN AA and Imagine Cup 2009 Campaign at UAJY

28 11 2008

poster MSDN AA and Imagine Cup 2009 Campaign at UAJY